Dalam
upaya menggaungkan kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
(GNPIP) Sumatera Utara (Sumut), sebanyak 17.000 bibit cabai rawit ditanam di
lahan tidur yang ada di Kabupaten Simalungun.
Kegiatan
Penanaman bibit itu diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Pematang Siantar
bersinergi dengan Korem 022/Pantai Timur, Rindam I / Bukit Barisan, Pondok
Pesantren Al Barokah, dan Kelompok Tani Simanja Sidamanik, memanfaatkan lahan
tidur.
“Sebagai tindak lanjut arahan Presiden
Republik Indonesia pada Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda se-Indonesia
Tahun 2023, sinergi pengendalian inflasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)
di daerah perlu terus diperkuat. Hal ini bertujuan untuk mendukung langkah
kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk mengarahkan inflasi kembali pada
sasarannya sebesar 3 persen plus minus (±) persen,” ujar Muqorobin di awal
sambutannya.
“Secara
tahunan, perkembangan inflasi Provinsi Sumatera Utara per Mei 2023 relatif terjaga
pasca HBKN (Hari Besar Keagamaam Nasional) Idul Fitri. Setelah sebelumnya
mengalami deflasi 3 kali berturut-turut pada bulan Februari, Maret, dan April
2023, pada Bulan Mei 2023 Provinsi Sumatera Utara secara bulanan tercatat
mengalami inflasi sebesar 0,27 persen.
Masih
kata Muqorobin, Kabupaten Simalungun sebagai salah satu sentra produksi
pertanian terbesar di Sumut memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan
komoditas pangan di Sumut maupun Nasional. Peningkatan produktivitas pertanian
di Kabupaten Simalungun menjadi salah satu kunci dalam menjaga ketersediaan
pasokan di Sumatera Utara.
Namun
demikian, kata Muqorobin, saat ini terdapat beberapa risiko yang dapat
menghambat peningkatan produktivitas tersebut diantaranya potensi dampak
El-Nino, persoalan kapabilitas petani, serta utilisasi terhadap lahan tidur
yang masih rendah.
Dalam
upaya menggaungkan kegiatan GNPIP Sumatera Utara serta menjawab berbagai
tantangan dari aspek produksi, BI Pematang Siantar turut menyelenggarakan
Program Gerakan Budidaya Pangan Mandiri di Kabupaten Simalungun, bersinergi
dengan Korem 022/Pantai Timur, Rindam I / Bukit Barisan, Pondok Pesantren Al
Barokah, dan Kelompok Tani Simanja Sidamanik untuk memanfaatkan lahan tidur di
Kabupaten Simalungun dengan melakukan penanaman bersama 17.000 bibit cabai
rawit di Bulan Juni 2023.
“Selain
itu, potensi dampak El-Nino dan persoalan kapabilitas petani diharapkan dapat
ditangani melalui berbagai bantuan dan fasilitas seperti Alsintan, pelatihan
teknik pertanian organic, serta fasilitasi implementasi digital farming yang
diberikan melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) yang bersinergi dengan
OPD terkait di Pemerintah Kabupaten Simalungun,” tuturnya.
Komandan
Kodim (Dandim) 0207/Simalungun Letkol Inf Hadrianus Yossy SB, SI Pem, MHan mengatakan dari segi pertahanan yang sama
pentingnya dalam pengendalian inflasi, karena negara tidak aman maka inflasi
tidak dapat dielakkan karena sulitnya pasokan, untuk itu kita harus memberikan
rasa aman dan nyaman juga kondusif agar perekonomian dan pendapatan bisa
menjadi lebih baik.”ujarnya
Acara
berlanjut kegiatan penanaman bibit cabai rawit Bersama di areal lahan sekitar Lapangan
Koramil Model 08/Bangun.
Turut
hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Simalungun yang diwakili oleh Wakil
Bupati Simalungun Zonny Waldi ,Danrem 022/PT di wakili oleh Kasiter Korem
022/PT, Danrindam I/Bukit diwakili kabagum Rindam I/BB Letkol Inf Edi Heryanto
Spd. Dandim 0207/Sml Letkol Inf Hadrianus Yossy SB, SI Pem, MHan , Kapolres Simalungun, AKBP Ronald FC Sipayung
SH SIK MH, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Simalungun, Kepala Perwakilan BI
Pematangsiantar: Bapak Muqorobin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Simalungun
Ir. Sawaluddin Naibaho, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kab Simalungun Ir.
Ramadhani Purba, Perwakilan Bulog bapak Nico Purba serta sejumlah jajaran
pejabat Pemerintah Kabupaten Simalungun.
.jpg)
.jpg)







0 comments:
Posting Komentar