Binjai - Media massa adalah sarana komunikasi baik tertulis, siaran, atau lisan yang menjangkau khalayak, baik melalui televisi, radio, iklan, film, internet, surat kabar, majalah, dan sebagainya. Peran media massa sendiri sangat besar bagi persebaran informasi yang ada saat ini.
Saat
ini, masyarakat secara terus-menerus dibombardir dengan pesan dari banyak media
massa mulai TV, radio, website, media sosial dan sebagainya. Pesan-pesan tidak
hanya mempromosikan produk, tetapi juga berita terkini yang sedang terjadi di
masyarakat.
Media
massa tidak hanya berperan untuk menginformasikan tentang berita politik atau
bisnis, namun juga beberapa berita kriminal, aktor, penyanyi, dan elit sosial
lainnya. Media massa dapat berperan sebagai sarana dalam mempromosikan ideologi
politik kepada publik, baik yang hadir melalui pemerintah atau partai politik.
Namun,
kehadiran media massa tetaplah didedikasikan untuk menjadi sumber informasi
paling utama dalam masyarakat. Media massa menyajikan pesan kepada publik
secara cepat dan menjadi sarana paling diandalkan oleh masyarakat untuk
mengakses informasi apapun.
Untuk
itulah, Kodim 0203/Lkt mengadakan kegiatan komunikasi sosial dengan Aparat
Pemerintah di wilayah Kabupaten Langkat dan Kota Binjai dengan mengusung tema
“Transformasi digital ciptakan aparat pemerintah yang unggul” dengan Narasumber
Wakapolres Binjai Kompol Agung Basuni, bertempat di Makodim 0203/Lkt . Kamis
(11/05/23).
Kegiatan
tersebut dibuka oleh Mayor Inf Abner Bangun yang merupakan Kasdim 0203/Lkt. Hadir
dalam kegiatan tersebut Kapolsek Kota Binjai dan Kab. Langkat, Camat Kota
Binjai dan Kab. Langkat, Pasi dan Danramil jajaran Kodim 0203/Lkt.
Dalam
sambutannya, Kasdim 0203/Lkt menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar
dapat mengetahui bahaya dari media sosial di era digital. “Semoga melalui
kegiatan ini kita dapat mengetahui dan memilah mana berita yang hoax dan tidak
agar penyampaian informasi kepada masyarakat sesuai dengan fakta yang
terjadi,”ujar Mayor Inf Abner Bangun.
Lebih
lanjut, Wakapolres Binjai Kompol Agung Basuni juga memaparkan tentang media
sosial (medsos) untuk pengembangan wawasan kebangsaan. Dalam paparannya Kompol
Agung menyampaikan mengenai demografi medsos, penggunaan media sosial baik
facebook, instagram, twitter dan kanal medsos lainnya serta dampak yang
ditimbulkan dalam penggunaan medsos itu sendiri.
Kecanggihan
tekhnologi khususnya media sosial di era digital dapat membuat perubahan
perilaku masyarakat yang berpotensi terjadinya pemetaan pada demografi,
geografi, sosial budaya, politik pada pengguna informasi seperti intelijen,
pemerintah, pelaku pemilu, pengusaha, militer, criminal dan lain sebagainya.
Terkait
medsos dalam pengembangan wawasan kebangsaan, trend isu “Pancasila” sangat
menarik dibicarakan dikalangan Gen Y dan Z dengan segala narasi kritikal yang
mereka ungkapkan di media sosial.
“Kritik
dari kalangan kontra pemerintah menyangkut Pancasila biasanya dihubungkan
dengan ketidakadilan yang muncul dalam isu-isu besar yang sedang hangat,”ungkap
Kompol Agung.
“Narasi
pemerintah cenderung dilakukan oleh aktor dari kalangan Buzzer, terlihat dari
massif dan terorganisasikannya tagar terkait Pancasila, khususnya saat ada
kampanye atau sosialisasi narasi tertentu,”lanjut beliau.
Kompol
Agung mengatakan bahwa salah satu strategi optimalisasi media sosial untuk
wawasan kebangsaan antara lain hindari penggunaan Buzzer dan Bot, dan buat
program yang langsung melibatkan gen Y dan Z yang mengajak mereka untuk
berpikir, mengusulkan dan bersama pemerintah mewujudkan gagasan dalam Pancasila
secara actual.
“Upayakan
agar gen Y dan Z itu sendiri yang aktif membicarakan wawasan kebangsaan mereka
melalui isu-isu actual di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter,
YouTube dan Tiktok,”pungkas Kompol Agung mengakhiri paparannya.
.jpg)
.jpg)






0 comments:
Posting Komentar