LABUHANBATU SELATAN – Membangun desa bukan hanya tentang memperbaiki jalan dan fasilitas umum, tetapi juga menyiapkan masyarakat agar hidup lebih sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik. Semangat tersebut diwujudkan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu melalui penyuluhan kesehatan tentang stunting, Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), dan Penyakit Tidak Menular (PTM) bersama Dinas BKKBN Kabupaten Labuhanbatu Selatan di Aula Kantor Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini diikuti staf desa dan masyarakat setempat, dengan menghadirkan Juliati Lubis, A.M.K., selaku Ketua Penyuluhan, serta Sumarni, S.Keb., Ners., sebagai narasumber.
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa persiapan kehamilan, kehamilan, hingga anak memasuki usia pertumbuhan. Pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, makanan pendamping ASI yang bergizi setelah usia enam bulan, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak menjadi langkah penting yang perlu diperhatikan keluarga. Orang tua juga didorong untuk rutin membawa anak ke Posyandu agar berat badan, tinggi atau panjang badan, serta perkembangan anak dapat dipantau. Dengan mengenali risiko lebih awal, keluarga dapat segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sehingga gangguan pertumbuhan tidak terlambat ditangani.
Selain membahas stunting, penyuluhan Posbindu dan Penyakit Tidak Menular (PTM) menekankan bahwa penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunggu tubuh terasa sakit untuk memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta pemeriksaan lain sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan perlu dilakukan secara berkala. Upaya tersebut harus disertai kebiasaan hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi gula, garam, dan lemak berlebihan, rutin beraktivitas fisik, tidak merokok, menjaga berat badan, serta mengelola stres dan waktu istirahat. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa mencegah penyakit jauh lebih baik daripada menunggu penyakit berkembang dan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.
Dandim 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P., menegaskan bahwa penyuluhan kesehatan merupakan bagian penting dari sasaran nonfisik TMMD yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya pengetahuan, kepedulian, dan kemampuan masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. “Kami berharap melalui penyuluhan ini, masyarakat semakin memahami pentingnya mencegah stunting sejak dini, memperhatikan tumbuh kembang anak, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Jangan menunggu sakit untuk peduli terhadap kesehatan. Mulailah dari keluarga, dari kebiasaan sehari-hari, dan dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten,” ungkap Dandim.
Melalui sinergi Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu, Dinas BKKBN Labusel, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebatas penyampaian materi, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga. Masyarakat diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh, mengajak anggota keluarga melakukan pemeriksaan kesehatan, serta segera mencari bantuan tenaga kesehatan apabila ditemukan tanda gangguan pertumbuhan anak atau masalah kesehatan lainnya. Dengan meningkatnya kesadaran dan keterlibatan seluruh pihak, TMMD ke-130 diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya membangun desa secara fisik, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia demi terwujudnya keluarga sehat, masyarakat mandiri, dan kesejahteraan yang berkelanjutan






0 comments:
Posting Komentar